![]() |
| SUDARLIADI |
Seiring waktu berjalan usia dunia pun semakin bertambah, tidak terlepas juga dengan usia kita yang semakin hari semakin berkurang waktu menikmati keindahan dunia ini. Para pemikir juga tak bosan mengeluarkan fatwa atau pun mazhab untuk mempopulerkan dirinya. Ada yang menyebutkan dirinya sebagai Ulama, Nabi, atau orang yang sangat paham tentang berbagai dimensi ilmu pengetahuan.
Kehadiran Rumah Tajdid Profectik bisa menjadikan wadah untuk mengaktualisasi cara berpikir kritis terhadap realitas social serta bahan bacaan sebagai referensi dalam berdialetika. Seperti slogan yang di populerkan oleh Komunitas Rumah Tajdid Profectik “Berpikir, Bertuhan dan Membebaskan”. Maka oleh sebab itu, sebagai kaum intelektul islam yang berakhlak mulia sebagaimana dicetuskan di dalam tujuan IMM, sudah sewajarnya kita sama-sama bergerak secara kritis, menjadi oposisi penguasa, dan membela rakyat mustad’afîn.
Landasan berpikir kritis menjadi alat gerakan dakwah perjuangan umat Islam, menjadikan Al-Qur’an berbicara tentang kemanusiaan, kemerdekaan dan pembebasan. Dekonstruksi sepirit egoisme beragama. Kita hidup bukan untuk mencari surga, namun disuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran. Tidak ada satupun ayat dalam Qur’an yang memerintahkan kita hidup di dunia untuk mengejar surga. Yang ada tegakan sholat, keadilan, berbuat yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Adapun surga dan neraka hanya merupakan ganjaran, dan bukan tujuan.











terima kasih infonya guys....
BalasHapusIMM JAYA