.

Menafsir Gerakan Sosial Profectik

Dipublis Oleh :Rumah Tajdid Profetik on Selasa, 24 Maret 2015

Agama secara umum adalah sebuah risalah Tuhan yang ingin membentuk sebuah sistem  hubungan antara diri dan alam. Agama adalah sebuah pandangan dunia yang teoretis (Individu) dan praktis (sosial). Agama berbasis pada fitrah manusia yang dikontruksi untuk kemaslahatan manusia dalam memperjalankan dirinya dalam kehidupan sehari-harinya. Artinya, agama tidak mungkin hanya berada dalam sebuah defenisi terbatas/privat, agama pasti memiliki arti dan makna secara sosiologis dan budaya, suka atau tidak, keharusan intelektual dan sosial yang mempredikasi agama harus hidup dalam ruang yang terbuka (monoteisme teoretis dan praktis yang bersifat individu dan sosial)
            Tuhan adalah sebuah kebenaran (Al Haqq) teoretis dan praktis, oleh karenanya Tuhan secara intelektual adalah sebuah defenisi dari kebenaran sebagai kesesuaian antara ide dan realitas, Tuhan secara spiritual adalah sebuah perjumpaan materi dan non material dalam sebuah hubungan yang niscaya (al harakah al jauhariyyah/ teori gerak substansial/ evolusi integrasi jiwa). Tuhan secara sosial adalah sebuah kerangka hubungan individu dengan alam dalam sebuah konstruksi etika dan hukum. Buat saya, Tuhan bukan pertama kali sebagai nilai moral tetapi Tuhan adalah pandangan eksistensial (hudhuri/presence) yang Nyata, moralitas muncul sebagai cara manusia untuk menilai hubungan mereka dengan yang Nyata/hakiki melalui dinamika perjuangan diantara yang benar dan salah, kebaikan dan keburukan, perang dan damai.
            Orang boleh menolak Tuhan sebagai asal pencipta kehidupan (al mabda’/asal/Tauhid), tapi pertanyaannya, secara fakta kita ada sekarang  dan secara fakta kita melihat kematian, dan akan ke mana kita setelah kematian? Maka menjelaskan Tuhan sebagai persoalan kembali (al ma’ad / kembali/kiamat) adalah persoalan mendasar manusia, mengapa harus ada kematian? Apa setelah kematian? Ngapain saja orang yang sudah mati itu? Jadi, tujuan profetik / kenabian selain menjelaskan asal (Tauhid) juga menunjukkan tempat kembali (Kiamat) dan cara untuk kembali (Agama sebagai kerangka hubungan profetik).

            Gerakan sosial profetik adalah sebuah gerakan yang menempatkan pertama kali asal dirinya (tauhid teoretis bersifat individu) dan membawa dirinya kepada Tuhan (Kiamat) melalui sistem pandangan dunia agama/ideologi (Profetik /nubuwwah /kenabian) dalam sebuah kerangka hubungan individu dan sosial yang bersandar kepada etika dan hukum (tauhid praktis yang bersifat individu dan sosial).

Penulis adalah Pegiat Komunitas Rumah Tajdid Profectik, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Publik.




Tentang Penulis :

author-photo
Unknown merupakan salah satu Anggota Komunitas Rumah Tajdid Profetik yang menulis/mempublis tentang "Menafsir Gerakan Sosial Profectik" pada tanggal Selasa, 24 Maret 2015. Semoga tulisan tersebut menjadi referensi untuk kita semua.
Blog, Updated at: 09.56
Pilih Mode Komentarmu (Facebook atau Blogger)
0 Blogger
Tinggalkan Komentar melalaui Facebook
Tinggalkan Komentar melalaui Blogger

0 komentar:

Posting Komentar