Agama secara umum adalah sebuah risalah Tuhan yang
ingin membentuk sebuah sistem hubungan
antara diri dan alam. Agama adalah sebuah pandangan dunia yang teoretis
(Individu) dan praktis (sosial). Agama berbasis pada fitrah manusia yang dikontruksi
untuk kemaslahatan manusia dalam memperjalankan dirinya dalam kehidupan
sehari-harinya. Artinya, agama tidak mungkin hanya berada dalam sebuah defenisi
terbatas/privat, agama pasti memiliki arti dan makna secara sosiologis dan
budaya, suka atau tidak, keharusan intelektual dan sosial yang mempredikasi
agama harus hidup dalam ruang yang terbuka (monoteisme teoretis dan praktis
yang bersifat individu dan sosial)
Tuhan
adalah sebuah kebenaran (Al Haqq)
teoretis dan praktis, oleh karenanya Tuhan secara intelektual adalah sebuah
defenisi dari kebenaran sebagai kesesuaian antara ide dan realitas, Tuhan
secara spiritual adalah sebuah perjumpaan materi dan non material dalam sebuah
hubungan yang niscaya (al harakah al
jauhariyyah/ teori gerak substansial/ evolusi integrasi jiwa). Tuhan secara
sosial adalah sebuah kerangka hubungan individu dengan alam dalam sebuah
konstruksi etika dan hukum. Buat saya, Tuhan bukan pertama kali sebagai nilai
moral tetapi Tuhan adalah pandangan eksistensial (hudhuri/presence) yang Nyata, moralitas muncul sebagai cara manusia
untuk menilai hubungan mereka dengan yang Nyata/hakiki melalui dinamika
perjuangan diantara yang benar dan salah, kebaikan dan keburukan, perang dan
damai.
Orang
boleh menolak Tuhan sebagai asal pencipta kehidupan (al mabda’/asal/Tauhid), tapi pertanyaannya, secara fakta kita ada
sekarang dan secara fakta kita melihat
kematian, dan akan ke mana kita setelah kematian? Maka menjelaskan Tuhan
sebagai persoalan kembali (al ma’ad /
kembali/kiamat) adalah persoalan mendasar manusia, mengapa harus ada kematian?
Apa setelah kematian? Ngapain saja
orang yang sudah mati itu? Jadi, tujuan profetik / kenabian selain menjelaskan
asal (Tauhid) juga menunjukkan tempat kembali (Kiamat) dan cara untuk kembali
(Agama sebagai kerangka hubungan profetik).
Gerakan
sosial profetik adalah sebuah gerakan yang menempatkan pertama kali asal
dirinya (tauhid teoretis bersifat individu) dan membawa dirinya kepada Tuhan
(Kiamat) melalui sistem pandangan dunia agama/ideologi (Profetik /nubuwwah /kenabian) dalam sebuah
kerangka hubungan individu dan sosial yang bersandar kepada etika dan hukum
(tauhid praktis yang bersifat individu dan sosial).
Penulis adalah Pegiat Komunitas Rumah Tajdid Profectik, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Publik.









